• Blog
  • Warisan Kerajaan Saba: Misteri Ratu Bilqis dan Peradaban Kuno Yaman

    Tidak banyak peradaban kuno yang meninggalkan jejak semisterius dan seindah Kerajaan Saba (Sheba) di Yaman. Dikisahkan dalam Alkitab, Al-Qur’an, dan berbagai teks kuno lainnya, Saba adalah kerajaan makmur yang dipimpin oleh ratu legendaris—dikenal dalam tradisi Islam sebagai Ratu Bilqis—yang konon mengunjungi Raja Sulaiman (Solomon) di Yerusalem.

    Secara historis, Kerajaan Saba berkuasa sekitar abad ke-10 SM hingga abad ke-1 M, berpusat di kota Marib di Yaman bagian tengah. Marib adalah ibu kota kerajaan sekaligus pusat perdagangan kemenyan dan mur yang menjadikan Saba salah satu kerajaan terkaya di dunia kuno. Kemenyan Sabean begitu berharga sehingga dijuluki “emas Arabia”—digunakan dalam ritual keagamaan dari Mediterania hingga India.

    Peninggalan arkeologis Saba yang paling mengesankan adalah Bendungan Marib, salah satu mahakarya teknik kuno. Dibangun sekitar abad ke-8 SM, bendungan ini mengairi lahan seluas 9.600 hektar dan menopang kehidupan ratusan ribu orang selama berabad-abad. Kehancuran bendungan ini pada abad ke-6 M, yang dicatat dalam Al-Qur’an sebagai “banjir besar Arim” (Sail al-Arim), menandai berakhirnya masa kejayaan Saba dan memicu gelombang migrasi besar suku-suku Arab ke berbagai penjuru jazirah.

    Situs arkeologi di sekitar Marib, termasuk reruntuhan kuil Bilqis (Mahram Bilqis) dan Arasy Bilqis, terus menjadi objek penelitian intensif para arkeolog internasional. Setiap temuan baru membuka lembaran baru dalam pemahaman kita tentang peradaban manusia yang luar biasa ini.

    2 mins