• Blog
  • Kopi Yaman: Cita Rasa Legendaris yang Mengubah Dunia

    Jauh sebelum kopi menjadi minuman global yang dinikmati miliaran orang setiap hari, Yaman sudah lebih dulu menjadi pewaris dan penyebar tradisi ngopi ke seluruh penjuru dunia. Dikisahkan bahwa seorang penggembala kambing dari Ethiopia bernama Kaldi menemukan efek memabukkan biji kopi pada kambingnya, lalu menyebarkan pengetahuan itu ke biara-biara di wilayah Arabia—termasuk Yaman.

    Pada abad ke-15, biji kopi mulai dibudidayakan secara besar-besaran di pegunungan Yaman, khususnya di kawasan Haraz, Bani Matar, dan Raymah. Para sufi menggunakan kopi untuk membantu mereka tetap terjaga saat beribadah malam. Dari Yaman, kopi kemudian menyebar ke Mekah dan Madinah, lalu ke Kairo, Istanbul, dan akhirnya ke Eropa melalui pelabuhan Al-Mukha (Mocha).

    Nama “mocha” yang kini identik dengan minuman kopi berkrim cokelat itu berasal langsung dari pelabuhan kota Mukha di pantai Laut Merah Yaman. Selama berabad-abad, Mocha adalah satu-satunya pelabuhan ekspor kopi di dunia. Bahkan kata “coffee” dalam banyak bahasa Eropa ditelusuri akarnya dari bahasa Arab “qahwa” yang mula-mula digunakan di Yaman.

    Kopi Yaman memiliki karakteristik yang unik: rasa wine-like yang kompleks, keasaman sedang, serta aroma rempah yang khas. Varietas kopi Yaman seperti Ismaili, Tufahi, dan Khulani menjadi incaran para pecinta kopi spesialti di seluruh dunia. Meski produksinya kini terbatas akibat konflik dan perubahan iklim, biji kopi Yaman masih diperdagangkan dengan harga premium di pasar internasional.

    Jika Anda menghargai secangkir kopi di pagi hari, ada baiknya sesekali mengenang Yaman—negeri yang pertama kali memperkenalkan cita rasa istimewa ini kepada dunia.

    2 mins